Webinar Research Talk dan Kebutuhan Ekosistem Riset yang Lebih Terhubung dengan Kebijakan
Di banyak institusi pengetahuan, webinar sering diperlakukan sebagai agenda rutin: ada pemateri, ada moderator, ada peserta, lalu selesai. Padahal, dalam konteks yang lebih serius, webinar bisa berfungsi sebagai infrastruktur intelektual. Ia menjadi ruang pertemuan antara riset, pengalaman praktis, dan kebutuhan kebijakan yang terus berubah. Research Talk adalah contoh penting dari fungsi itu.
Forum seperti ini relevan bukan hanya karena ia membahas riset, tetapi karena ia menempatkan riset dalam posisi yang semestinya: dekat dengan masalah publik. Dalam era ketika keputusan sering diambil cepat, sedangkan persoalan sosial bergerak lambat tetapi kompleks, kita membutuhkan ruang yang memaksa kita berhenti sejenak, membaca data, dan menguji asumsi. Di titik itulah webinar Research Talk menjadi penting secara sosial dan kebijakan.
Detail Webinar Research Talk #6
Judul sesi: Analysis of Sustainable Development Goals (SDGs) Disclosure in ASEAN: Prioritization and the Impact on Firm Value
Narasumber: Faris Windiarti, S.Pd., M.S.Ak., CQAI — Dosen Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)
Moderator: Muhammad Irsyad Hawari, S.E., M.A — Direktur Eksekutif & Peneliti Transdisciplinary Institute
Waktu pelaksanaan: Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 10.00 WIB sampai selesai
Platform: Zoom
Akses pendaftaran: transdisiplin.org/researchtalk6
Peserta yang disasar: peneliti, praktisi, dosen, dan mahasiswa
Mengapa Research Talk menjadi relevan sekarang
Kita hidup pada masa ketika informasi berlimpah, tetapi kebijaksanaan analitis justru makin langka. Banyak isu publik dibicarakan dengan cepat, padat opini, tetapi miskin verifikasi. Di situ, forum riset seperti Research Talk menawarkan koreksi yang diperlukan. Ia mengingatkan bahwa masalah sosial tidak bisa dipahami hanya dari potongan berita, potongan testimoni, atau kesimpulan instan.
Research Talk penting karena ia memindahkan pusat percakapan dari sekadar pendapat menuju pembacaan yang lebih bertanggung jawab. Ia memberi ruang untuk bertanya: apa problem intinya, siapa yang paling terdampak, data apa yang tersedia, dan bagaimana pengetahuan itu bisa diterjemahkan menjadi tindakan yang masuk akal. Pertanyaan-pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi justru di situlah kualitas kebijakan diuji.
Riset tidak boleh berhenti di rak publikasi
Salah satu masalah klasik dalam dunia akademik adalah jurang antara produksi pengetahuan dan pemanfaatannya. Laporan riset selesai, artikel terbit, presentasi dilakukan, tetapi implikasi kebijakannya tidak pernah benar-benar masuk ke ruang keputusan. Akibatnya, riset menjadi seperti lampu yang menyala di ruang tertutup: terang, tetapi tidak menerangi jalan siapa pun.
Webinar Research Talk membantu menjembatani jurang itu. Saat peneliti menjelaskan temuan kepada audiens lintas latar, ia dipaksa keluar dari bahasa yang terlalu sempit. Ia harus menjelaskan mengapa temuan itu penting, bagi siapa, dan dalam kondisi seperti apa. Proses ini membuat pengetahuan lebih hidup karena berhadapan langsung dengan realitas sosial. Di sinilah nilai tambah forum publik: ia tidak menggantikan jurnal, tetapi memperluas jangkauan maknanya.
Masalah kebijakan selalu lebih kompleks dari judulnya
Judul sebuah isu sering kali tampak ringkas, tetapi realitas di baliknya jauh lebih rumit. Misalnya, satu problem pendidikan bisa terkait dengan anggaran, tata kelola, kapasitas guru, distribusi akses, kultur institusi, dan perilaku rumah tangga pada saat yang sama. Problem ekonomi juga demikian: ia jarang berdiri sendiri, karena hampir selalu berkelindan dengan struktur sosial dan institusional.
Di sinilah pendekatan penelitian menjadi krusial. Webinar Research Talk yang baik tidak hanya menyajikan hasil akhir, tetapi juga menunjukkan bagaimana kompleksitas itu dibaca. Ia memberi audiens pemahaman bahwa kebijakan yang baik tidak lahir dari jawaban cepat, melainkan dari cara pandang yang sanggup menahan kompleksitas tanpa kehilangan arah. Bagi Transdisiplin, ini penting karena kebijakan yang sehat selalu memerlukan disiplin berpikir, bukan sekadar semangat bertindak.
Apa yang sering hilang dalam forum akademik
Banyak forum akademik berhasil dalam satu hal: mempertemukan orang pintar. Tetapi tidak semua forum berhasil dalam hal yang lebih sulit, yakni membuat pengetahuan menjadi berguna bagi orang yang tidak hadir di ruangan itu. Padahal, pengetahuan publik harus mampu melampaui batas komunitas ahlinya.
Yang sering hilang adalah terjemahan. Temuan riset kadang sudah kuat, tetapi sulit dipahami oleh pemangku kebijakan. Ada juga situasi sebaliknya: masalah publik sangat jelas di lapangan, tetapi tidak cukup dikonseptualisasikan dalam bahasa penelitian. Research Talk, bila dirancang dengan benar, dapat memperbaiki dua sisi ini. Ia menjadi ruang penerjemahan dua arah: dari akademik ke publik, dan dari problem publik ke agenda riset.
Terjemahan yang baik bukan penyederhanaan berlebihan
Di sini penting untuk membedakan penyederhanaan dari peringkasan. Menjelaskan riset secara publik bukan berarti menurunkan kualitas analisis. Justru tantangannya adalah menjaga akurasi sambil membuatnya mudah diikuti. Itulah kecakapan komunikasi kebijakan yang semakin dibutuhkan: jelas, tapi tidak dangkal; ringkas, tapi tidak kehilangan substansi.
Mengapa format webinar tetap penting meski punya keterbatasan
Tentu webinar tidak sempurna. Ia tidak selalu cukup untuk diskusi mendalam. Ia juga mudah terjebak pada konsumsi pasif, ketika peserta hanya mendengar tanpa cukup ruang untuk menguji gagasan. Namun, justru karena biaya masuknya rendah dan jangkauannya luas, webinar tetap menjadi alat penting untuk memperluas literasi riset.
Dalam logika institusional, webinar bekerja seperti pintu depan sebuah rumah besar. Ia tidak menggantikan seluruh ruangan di dalamnya, tetapi ia memungkinkan banyak orang masuk, melihat arah, dan menilai apakah mereka ingin melanjutkan percakapan lebih jauh. Bagi lembaga riset, ini penting karena membangun ekosistem pengetahuan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Sering kali ia dimulai dari pertemuan yang cukup sederhana, tetapi konsisten.
So what: apa artinya bagi lembaga riset dan institusi pendidikan
So what-nya cukup tegas: lembaga riset dan institusi pendidikan tidak cukup hanya memproduksi pengetahuan. Mereka harus mendesain jalur agar pengetahuan itu beredar, dipahami, dan dipakai. Artinya, riset perlu punya orientasi publik sejak awal, bukan baru dipikirkan setelah hasil selesai.
Bagi universitas, ini berarti pengabdian, seminar, dan forum diskusi tidak boleh menjadi aktivitas periferal. Ia harus masuk dalam strategi kelembagaan. Bagi pusat studi dan lembaga independen, ini berarti perlu ada kemampuan untuk membaca audiens, menyusun narasi yang tajam, dan menjaga kualitas argumen tanpa kehilangan daya jangkau. Webinar Research Talk memperlihatkan bahwa knowledge translation bukan pekerjaan tambahan; ia bagian dari inti kerja intelektual.
Implikasi untuk pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan
Bagi pembuat kebijakan, forum seperti ini memberi dua pelajaran. Pertama, kebijakan yang baik memerlukan kemitraan dengan lembaga pengetahuan yang serius. Kedua, proses merumuskan kebijakan seharusnya tidak menunggu masalah membesar. Forum riset bisa menjadi mekanisme deteksi dini untuk memahami perubahan sosial sebelum ia berubah menjadi krisis.
Bagi pemangku kepentingan lain—kampus, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan media—Research Talk membuka kesempatan untuk memperkecil kesenjangan antara produksi data dan penggunaan data. Sering kali kita punya cukup informasi, tetapi belum punya budaya untuk benar-benar menggunakannya. Forum seperti ini membantu membangun budaya itu secara perlahan namun konsisten.
Menuju ekosistem pengetahuan yang lebih dewasa
Ekosistem pengetahuan yang dewasa bukan ekosistem yang paling ramai. Ia adalah ekosistem yang paling mampu menghubungkan pertanyaan dengan bukti, bukti dengan interpretasi, dan interpretasi dengan tindakan. Dalam ekosistem seperti itu, webinar tidak dipandang sebagai acara tambahan, melainkan sebagai simpul yang menghubungkan banyak kepentingan intelektual dan publik.
Research Talk, pada akhirnya, penting bukan karena ia terdengar akademik, melainkan karena ia mengajarkan kedewasaan berpikir. Ia menolak kesederhanaan palsu, menghargai proses, dan memaksa kita untuk lebih hati-hati sebelum menyimpulkan. Dalam masyarakat yang kerap tergesa menilai, sikap semacam ini justru menjadi nilai strategis.
FAQ
1. Mengapa webinar Research Talk penting bagi publik di luar kampus?
Karena forum ini membantu menerjemahkan temuan riset menjadi bahasa yang lebih mudah diakses tanpa menghilangkan substansi. Publik bisa memahami isu sosial dari sudut yang lebih berbasis bukti, bukan hanya opini.
2. Apa beda Research Talk dengan seminar biasa?
Research Talk biasanya lebih menekankan diskusi berbasis temuan, pertanyaan riset, dan implikasi kebijakan. Seminar biasa bisa lebih umum, sedangkan Research Talk berusaha menjaga kedalaman analitis dan relevansi kebijakan.
3. Mengapa riset perlu dibicarakan dalam forum publik?
Karena riset yang baik tidak hanya mengubah cara akademisi berpikir, tetapi juga bisa memperbaiki cara masyarakat dan pembuat kebijakan memahami masalah. Tanpa forum publik, hasil riset mudah berhenti di komunitas sempit.
4. Apa tantangan utama agar webinar seperti ini benar-benar berdampak?
Tantangannya adalah menjaga kualitas isi, memilih narasumber yang relevan, dan memastikan ada tindak lanjut setelah acara. Tanpa itu, webinar hanya menjadi konsumsi sesaat yang cepat dilupakan.
5. Bagaimana lembaga riset bisa menjadikan forum seperti ini lebih strategis?
Dengan menghubungkannya pada agenda riset yang jelas, isu kebijakan yang aktual, dan audiens yang tepat. Lembaga riset juga perlu menyiapkan ringkasan temuan, materi tindak lanjut, dan jalur kolaborasi yang konkret setelah forum selesai.
Pada akhirnya, webinar Research Talk mengingatkan kita bahwa pengetahuan yang bermakna tidak lahir dari ruang yang tertutup rapat. Ia tumbuh dari percakapan yang disiplin, terbuka, dan mampu menghubungkan bukti dengan kebutuhan publik. Di situlah riset menemukan fungsi sosialnya yang paling penting: bukan hanya menjelaskan dunia, tetapi membantu memperbaikinya.