Depok, 15 April 2022 – TD Institute (Transdisciplinary Institute) berhasil meraih Hibah Riset dari Bank Indonesia. Melalui hibah ini, TD Institute menjalankan riset ketenagakerjaan berjudul “Reemployment during the Covid-19 pandemic in Indonesia: What kinds of skill sets are needed?”.
Riset ini bertujuan memahami faktor keterampilan yang memengaruhi kembalinya pekerja ke pasar kerja selama pandemi Covid-19.
Metodologi dan Sumber Data
Penelitian ini berlangsung selama enam bulan. Tim peneliti menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode 2019–2021.
Untuk itu, tim menerapkan metode analisis biprobit. Metode ini membantu mengukur peran keterampilan dalam peluang pekerja untuk kembali bekerja selama masa krisis.
Temuan Utama: Dampak Jangka Panjang Pandemi
Hasil riset menunjukkan adanya scarring effect. Dengan kata lain, pandemi menimbulkan dampak jangka panjang pada pasar kerja.
Secara khusus, proporsi pekerja di sektor informal meningkat sebesar 4,5 persen secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemulihan kerja tidak terjadi secara merata.
Selain itu, riset menemukan faktor pembeda yang penting. Keterampilan sosial (social skills) dan literasi digital terbukti meningkatkan peluang pekerja muda untuk kembali bekerja. Dampak ini terlihat jelas pada masa pemulihan ekonomi tahun 2021.
Rekomendasi Kebijakan Ketenagakerjaan
Berdasarkan temuan tersebut, TD Institute mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang lebih terarah. Fokus utama perlu diberikan pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Secara khusus, program peningkatan keterampilan sebaiknya menyasar tenaga kerja muda usia 15–24 tahun. Langkah ini penting untuk menghadapi perubahan struktur permintaan tenaga kerja pasca-pandemi.
Publikasi ilmiah dari riset ini telah diterbitkan dan dapat diakses melalui Taylor & Francis Online dengan judul “Reemployment during the Covid-19 pandemic in Indonesia: What kinds of skill sets are needed?”.