Depok, 18 September 2025 – Transdisciplinary Institute (TI) memaparkan hasil akhir kajian strategis terkait Pengembangan Industri Sarang Burung Walet (SBW) dalam acara ekspose yang diselenggarakan secara hibrida, yaitu online dan secara langsung di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam presentasi, tim peneliti kami menunjukkan temuan kunci yang mengonfirmasi besarnya potensi ekonomi dari hilirisasi SBW. Dengan menggunakan pendekatan Cost-Benefit Analysis (CBA), kajian ini mengonfirmasi kelayakan ekonomi proyek, menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh jauh melampaui biayanya.
Baca juga : Transdisciplinary Institute Jadi Tenaga Ahli Proyek Hilirisasi Sarang Burung Walet di Kalimantan Selatan
Lebih lanjut, analisis Input-Output (I-O) 2016 mengungkap dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian daerah. Hilirisasi SBW diproyeksikan dapat memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan pendapatan masyarakat, serta penyerapan tenaga kerja yang substansial di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kajian ini membuktikan bahwa hilirisasi bukan hanya sekadar menambah nilai produk, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak utama bagi perekonomian lokal. Transdisciplinary Institute berharap, temuan ini dapat menjadi panduan strategis bagi DPMPTSP Provinsi Kalsel dalam mengambil kebijakan yang tepat untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.