Transdisciplinary Institute Gelar Research Talk #2: Bukti Ilmiah Inovasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Timur

Transdisciplinary Institute Gelar Research Talk #2: Bukti Ilmiah Inovasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Timur

Depok, 24 Desember 2025 — Transdisciplinary Institute menyelenggarakan Research Talk #2 dengan tema “Strengthening Regional Food Security in East Java through Agricultural Innovation: Evidence from a Dynamic Panel Analysis”. Kegiatan ini menjadi forum diseminasi riset yang membahas peran strategis inovasi pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan regional di Jawa Timur, berbasis bukti empiris dan metodologi ekonometrika mutakhir.

Research Talk #2 menghadirkan M. Yuka Anugrah, S.E, Peneliti Transdisciplinary Institute, sebagai narasumber utama, dengan Idzhar Elna Arbarizq, S.E sebagai moderator. Acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Rabu, 24 Desember 2025, mulai pukul 15.00 WIB.

Riset Telah Dipublikasikan di Jurnal Ilmiah

Penelitian yang dipresentasikan dalam forum ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, yaitu Journal of Rural and Regional Innovation Studies (Vol. 1 No. 2, 2025). Publikasi ini menegaskan bahwa temuan riset tidak hanya relevan secara kebijakan, tetapi juga telah melalui proses penelaahan akademik (peer-reviewed). Studi tersebut menggunakan data panel kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan menerapkan pendekatan dynamic panel analysis untuk menangkap hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara inovasi pertanian dan ketahanan pangan.

Transdisciplinary Institute Gelar Research Talk #2: Bukti Ilmiah Inovasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Timur
Transdisciplinary Institute Gelar Research Talk #2: Bukti Ilmiah Inovasi Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan Jawa Timur

Metodologi ini memungkinkan analisis yang lebih robust terhadap dinamika waktu serta potensi endogenitas antarvariabel.

Temuan Utama Penelitian

Dalam pemaparannya, M. Yuka Anugrah menjelaskan bahwa inovasi pertanian memiliki pengaruh signifikan terhadap penguatan ketahanan pangan daerah, baik melalui peningkatan ketersediaan pangan maupun perbaikan kondisi konsumsi masyarakat. Indikator inovasi, seperti penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D) serta dukungan kelembagaan pertanian, terbukti berkontribusi positif terhadap indikator ketahanan pangan regional.

“Ketahanan pangan tidak cukup dilihat dari sisi produksi semata. Inovasi pertanian, termasuk aspek teknologi, sumber daya manusia, dan kelembagaan, berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan daerah,” ujar Yuka.

Relevansi Kebijakan Daerah

Moderator diskusi, Idzhar Elna Arbarizq, menekankan bahwa hasil penelitian ini relevan sebagai rujukan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) bagi pemerintah daerah. Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional menghadapi tantangan perubahan iklim, tekanan demografis, dan ketimpangan antarwilayah, sehingga inovasi pertanian menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan pangan jangka panjang.

Komitmen Transdisciplinary Institute

Research Talk merupakan bagian dari komitmen Transdisciplinary Institute dalam memperkuat ekosistem riset dan mendorong diseminasi hasil penelitian kepada publik yang lebih luas. Forum ini dirancang untuk menjembatani dunia akademik, pembuat kebijakan, dan masyarakat, sehingga hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga berdampak pada perumusan kebijakan dan praktik pembangunan.

Masyarakat umum, akademisi, peneliti, serta praktisi dapat mengikuti kegiatan ini dengan melakukan pendaftaran melalui tautan berikut: 👉 https://bit.ly/tdresearchtalk2

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan riset dan publikasi Transdisciplinary Institute dapat diakses melalui www.transdisiplin.org atau melalui email admin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top