Bagaimana wakaf produktif dapat menjadi motor baru pengembangan pariwisata halal yang berkelanjutan?
Pertanyaan besar ini menjadi fokus utama dalam Research Talk #3 yang diselenggarakan oleh Transdisciplinary Institute—sebuah forum ilmiah yang secara konsisten menghadirkan diskusi berbasis riset, relevan dengan kebutuhan kebijakan, serta berdampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
Acara ini mengangkat hasil riset yang telah dipublikasikan dalam Journal of Islamic Accounting and Business Research (2025, Q2), sekaligus membuka ruang dialog lintas disiplin mengenai peran strategis wakaf produktif dalam membangun ekosistem halal tourism yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Wakaf Produktif dan Pariwisata Halal: Peluang yang Belum Sepenuhnya Dimaksimalkan
Indonesia dikenal sebagai negara dengan potensi wakaf terbesar di dunia, sekaligus salah satu destinasi utama pariwisata halal global. Namun, hingga kini, kedua potensi tersebut masih sering berjalan di jalur yang terpisah.
Wakaf kerap dipahami sebatas instrumen sosial yang bersifat statis, sementara pariwisata halal berkembang cepat namun menghadapi tantangan pembiayaan jangka panjang, keberlanjutan aset, dan tata kelola yang optimal. Research Talk #3 mencoba mempertemukan dua potensi ini dalam satu kerangka pembangunan yang utuh.
Melalui pendekatan wakaf produktif, aset wakaf tidak hanya berfungsi sebagai amal jariyah, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi strategis yang mampu:
-
Menghasilkan nilai tambah ekonomi,
-
Menciptakan lapangan kerja,
-
Memperkuat ekosistem industri halal,
-
Dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Diskusi Berbasis Riset Internasional Bereputasi
Research Talk #3 tidak sekadar menawarkan wacana normatif, tetapi berpijak pada riset empiris yang telah melewati proses akademik ketat dan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Riset ini menyoroti bagaimana model wakaf produktif dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan pariwisata halal melalui pendekatan:
-
Tata kelola wakaf yang profesional,
-
Skema pembiayaan berkelanjutan,
-
Sinergi antara nazhir, pemerintah, dan sektor swasta,
-
Serta penguatan regulasi dan kelembagaan.
Narasumber: Perspektif Akademik yang Mendalam dan Aplikatif
Diskusi akan dipandu oleh Lu’liyatul Mutmainah, S.E., M.Si., Peneliti di Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS). Dengan pengalaman riset di bidang ekonomi Islam dan wakaf, beliau akan membahas secara komprehensif:
-
Konsep dan evolusi wakaf produktif dalam pembangunan ekonomi
-
Model pemanfaatan wakaf untuk mendukung destinasi pariwisata halal
-
Tantangan implementasi wakaf produktif di Indonesia
-
Implikasi kebijakan bagi pengelola wakaf dan pembuat kebijakan publik
Paparan ini dirancang tidak hanya untuk kalangan akademisi, tetapi juga praktisi dan pengambil keputusan yang membutuhkan perspektif berbasis data dan riset.
Moderator: Pendekatan Transdisipliner untuk Dialog yang Kritis
Diskusi akan dimoderatori oleh M. Yuka Anugrah, S.E., Peneliti Transdisciplinary Institute, yang akan memastikan dialog berlangsung secara kritis, inklusif, dan transdisipliner—menghubungkan teori, praktik, serta kebijakan dalam satu alur diskusi yang utuh.
Pendekatan ini menjadi ciri khas Research Talk Transdisciplinary Institute: riset yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi aktif berdialog dengan realitas pembangunan.
Detail Pelaksanaan Acara
📅 Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Januari 2026
⏰ Waktu: Pukul 10.00 WIB
💻 Format: Live via Zoom
📌 Pendaftaran:
👉 https://transdisiplin.org/tdresearchtalk3
Atau dengan memindai QR Code pada poster resmi acara.
Mengapa Anda Perlu Mengikuti Research Talk #3?
Acara ini sangat relevan bagi:
-
Akademisi dan peneliti di bidang ekonomi Islam, wakaf, dan pariwisata
-
Pembuat kebijakan di sektor keuangan sosial Islam dan pembangunan daerah
-
Nazhir wakaf dan praktisi industri halal
-
Mahasiswa dan publik umum yang ingin memahami wakaf secara lebih produktif dan modern
Lebih dari sekadar seminar, Research Talk #3 adalah ruang bertukar gagasan strategis untuk merumuskan masa depan pembangunan halal Indonesia.
Komitmen Transdisciplinary Institute
Melalui seri Research Talk, Transdisciplinary Institute berkomitmen menghadirkan diskusi ilmiah yang:
-
Berbasis riset berkualitas,
-
Relevan dengan isu kebijakan nasional,
-
Dan berorientasi pada dampak sosial-ekonomi nyata.
Forum ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem riset yang hidup, kolaboratif, dan berdampak.
Pertanyaan yang Sering Muncul (FAQ)
1. Apa itu Research Talk #3?
Research Talk #3 adalah forum diskusi ilmiah daring yang membahas isu strategis pembangunan berbasis riset, khususnya terkait wakaf produktif dan pariwisata halal.
2. Apakah acara ini gratis?
Ya, acara ini gratis dan terbuka untuk umum, namun peserta wajib melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
3. Siapa saja yang boleh mengikuti acara ini?
Acara ini terbuka untuk akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi industri halal, pengelola wakaf, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum.
4. Apakah peserta akan mendapatkan sertifikat?
Informasi terkait sertifikat partisipasi akan diumumkan oleh panitia dan biasanya diberikan kepada peserta yang terdaftar dan hadir.
5. Dalam bahasa apa acara ini diselenggarakan?
Seluruh sesi diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia dengan penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami.
6. Apakah materi diskusi bersifat akademik?
Materi bersifat akademik berbasis riset, namun disampaikan secara aplikatif dan relevan bagi kebijakan serta praktik di lapangan.
7. Apakah acara ini direkam?
Ketersediaan rekaman akan disesuaikan dengan kebijakan penyelenggara dan akan diinformasikan melalui kanal resmi Transdisciplinary Institute.
8. Bagaimana cara menghubungi panitia?
Silakan hubungi:
-
📞 +62 896-3662-2412