Melihat Ekonomi dari Angkasa: Riset Transdisciplinary Institute Ungkap Sinyal Perlambatan PDB Q3 2025 dengan Data Satelit

Jakarta, 3 November 2025Transdisciplinary Institute mempublikasikan hasil nowcasting real-time pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Triwulan III (Q3) 2025 melalui laporan riset berjudul “Melihat Ekonomi Indonesia dari Angkasa: Langit Bicara, Ekonomi Terbaca”.

Studi ini mengadopsi pendekatan Dynamic Factor Model (DFM) yang diperkaya dengan data non-konvensional berupa Intensitas Cahaya Malam (Nighttime Lights/NTL) harian dari satelit NASA VIIRS, memungkinkan pemantauan aktivitas ekonomi secara hampir real-time.

Tim Peneliti

Riset strategis ini disusun oleh Muhammad Abdul Rohman, Idzhar Elna Arbarizq, dan Muhammad Yuka Anugrah dari Transdisciplinary Institute, bekerja sama dengan Teguh Dartanto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.


Temuan Utama: Pertumbuhan 5,01%, Momentum Melambat

Hasil estimasi nowcast final menunjukkan bahwa PDB riil Indonesia Q3-2025 tumbuh sebesar 5,01% (y-on-y).

Meskipun masih berada pada level yang relatif kuat, angka ini mengindikasikan perlambatan momentum dibandingkan pertumbuhan Q2-2025 (5,12%). Sinyal ini konsisten dengan berbagai indikator domestik yang mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat.


Analisis Real-Time Berbasis DFM dan Data Satelit

Model DFM yang diperkuat data NTL terbukti sensitif dalam menangkap kejutan ekonomi intra-triwulan. Penurunan PMI Manufaktur Indonesia serta Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2025 terekam secara jelas dalam pembaruan estimasi harian model.

Keunggulan Data Cahaya Malam (NTL)

Penggunaan data NTL memberikan nilai tambah penting karena mampu menangkap aktivitas ekonomi informal—yang diperkirakan menyumbang 23–36% dari PDB Indonesia—dan kerap tidak terobservasi dalam survei statistik konvensional.


Perbandingan Proyeksi Pertumbuhan PDB Q3-2025

Lembaga / Studi Proyeksi Q3-2025 Catatan Utama
Studi Transdisciplinary Institute (Nowcast) 5,01% Basis data harian NTL, mendeteksi perlambatan momentum sejak Q2
LPEM FEB UI 4,75% Pelemahan permintaan domestik dan daya beli
ADB / IMF / Bank Dunia 4,8% – 4,9% Risiko eksternal dan ketidakpastian global

Implikasi Kebijakan: Sistem Peringatan Dini Ekonomi

Direktur Eksekutif Transdisciplinary Institute menegaskan bahwa riset ini dirancang sebagai sistem peringatan dini bagi pembuat kebijakan, termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kemampuan model untuk merevisi proyeksi PDB secara harian memberikan ruang waktu yang lebih luas bagi perumusan respons kebijakan yang adaptif di tengah ketidakpastian global.

“Di tengah ketidakpastian global, data satelit menjadi instrumen vital untuk membaca dinamika ekonomi secara dini. Model kami menunjukkan pelemahan yang masih terkendali di 5,01%, namun sinyal perlambatan sudah terbaca lebih awal,” ujar tim peneliti.


Penutup

Riset ini menegaskan komitmen Transdisciplinary Institute dalam menjembatani ekonometrika canggih dengan kebutuhan praktis kebijakan makroekonomi, sekaligus memperluas pemanfaatan data alternatif untuk analisis ekonomi Indonesia yang lebih responsif dan berbasis bukti.

Baca Juga : Transdisciplinary Institute dan BPJS Ketenagakerjaan Lanjutkan Riset Lapangan, Fokus Pengumpulan Data Peserta Program Jamsostek

Riset ini menegaskan komitmen TI dalam menjembatani ekonometrika canggih dengan kebutuhan praktis kebijakan makroekonomi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top