Zakat Langsung atau Lewat Lembaga? Memilih Dampak yang Tak Sekadar Mengenyangkan

Beberapa hari lalu, dalam sebuah perbincangan di kanal podcast populer, muncul sebuah pernyataan menarik dari praktisi zakat: “Zakat yang dikelola secara kolektif jauh lebih bermaslahat ketimbang dikasih langsung ke mustahik.” Secara hukum fikih, memberi langsung memang boleh. Namun, di tengah tantangan ekonomi saat ini, kita perlu bertanya lebih dalam: apakah zakat kita sudah benar-benar menyelesaikan […]

Zakat Langsung atau Lewat Lembaga? Memilih Dampak yang Tak Sekadar Mengenyangkan Read More »

Zakat: Jaring Pengaman yang Tak Boleh Ditinggalkan demi Status Negara Maju

  Pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, baru-baru ini memicu diskursus hangat: mungkinkah sebuah negara menjadi maju dengan “meninggalkan” zakat? Jika dilihat dari kacamata syariat, zakat adalah rukun Islam yang absolut. Namun, jika kita menyelami perspektif sang Profesor, mungkin yang dimaksud bukanlah menghapus hukumnya, melainkan menggeser fokus instrumennya. Namun, benarkah zakat bisa—atau layak—ditinggalkan dalam proses transisi

Zakat: Jaring Pengaman yang Tak Boleh Ditinggalkan demi Status Negara Maju Read More »

Ancaman Defisit Zakat dan Urgensi Reorientasi Filantropi Islam

Kenaikan harga emas dunia belakangan ini kerap dirayakan sebagai sinyal positif bagi para investor. Emas tetap menjadi primadona investasi safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian dinamis. Namun, di balik kilaunya yang menjanjikan akumulasi kekayaan, tersimpan sebuah tantangan besar bagi ekosistem keuangan sosial di Indonesia: lonjakan harga emas berpotensi menciptakan defisit dalam jaring

Ancaman Defisit Zakat dan Urgensi Reorientasi Filantropi Islam Read More »

Dilema “Biaya” Bank Syariah Lebih Mahal Dibanding Bank Konvensional

Opini Peneliti Dendy Herdianto Tentang Penulis Dendy Herdianto adalah konsultan keuangan dan bisnis syariah dengan latar belakang pendidikan S1 dan S2 di bidang Ekonomi Syariah. Ia memiliki fokus pada praktik keuangan dan bisnis syariah, dengan pengalaman dalam riset, edukasi, dan pendampingan penerapan prinsip syariah dalam konteks bisnis dan keuangan. Beberapa waktu terakhir, linimasa media sosial

Dilema “Biaya” Bank Syariah Lebih Mahal Dibanding Bank Konvensional Read More »

Diplomasi Hijau di Tengah Krisis Global

Opini Peneliti Muhammad Abduh Tentang Penulis Muhammad Abduh merupakan peneliti di Transdisciplinary Institute, lulusan Program Magister MPKP FEB Universitas Indonesia, dan memiliki pengalaman sebagai co-author dalam penyusunan Background Study RPJPN 2025–2045. Belum genap dua bulan awal tahun 2026 berjalan, tensi politik di level global yang merembet ke local sudah menunjukkan titik didihnya. Para pemimpin dari

Diplomasi Hijau di Tengah Krisis Global Read More »

Sertifikasi Halal: Antara Kewajiban, Realitas, dan Keadilan

Opini Peneliti Dendy Herdianto Tentang Penulis Dendy Herdianto adalah konsultan keuangan dan bisnis syariah dengan latar belakang pendidikan S1 dan S2 di bidang Ekonomi Syariah. Ia memiliki fokus pada praktik keuangan dan bisnis syariah, dengan pengalaman dalam riset, edukasi, dan pendampingan penerapan prinsip syariah dalam konteks bisnis dan keuangan. Di tengah populasi mayoritas Muslim Indonesia

Sertifikasi Halal: Antara Kewajiban, Realitas, dan Keadilan Read More »

Peringatan Dini Kekuasaan dalam Demokrasi Indonesia: Catatan dari USINDO dan Angel Rabasa

Opini Peneliti Muhammad Yuka Anugrah Tentang Penulis Muhammad Yuka Anugrah merupakan lulusan Program Studi Ekonomi Universitas Padjadjaran. Ia memiliki minat pada statistik untuk ekonomi, ekonometrika, analisis data, serta isu-isu sosial. Ketertarikannya pada cara berpikir analitis dan sistematis mendorongnya untuk aktif dalam riset ekonomi berbasis data. Empat tahun setelah gelombang demonstrasi besar yang mengguncang Indonesia pada

Peringatan Dini Kekuasaan dalam Demokrasi Indonesia: Catatan dari USINDO dan Angel Rabasa Read More »

RIPJ-PID: Momentum Mengorkestrasi Iptek Daerah dengan Pendekatan Transdisiplin untuk Kesejahteraan Inklusif

Oleh: Direktur Transdisciplinary Institute Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJ-PID) sebagaimana diamanatkan oleh BRIN merupakan dokumen strategis yang tidak dapat diperlakukan sekadar sebagai kompilasi rencana sektoral. RIPJ-PID harus diposisikan sebagai fondasi transformatif pembangunan daerah—sebuah kerangka kerja yang memperkuat ekosistem riset dan inovasi (R&I) sekaligus meningkatkan kualitas kebijakan publik berbasis

RIPJ-PID: Momentum Mengorkestrasi Iptek Daerah dengan Pendekatan Transdisiplin untuk Kesejahteraan Inklusif Read More »

Scroll to Top