Riset yang Tertolak (dan Kenapa)

Riset yang Tertolak (dan Kenapa)

Di luar sana, sering muncul anggapan bahwa lembaga riset seharusnya mengambil setiap peluang yang datang. Proposal apa pun dan topik apa pun akan diterima, asalkan ada dana serta nama baik. Bagi sebagian orang, pandangan itu mungkin masuk akal. Akan tetapi, di Transdisiplin kami memegang satu prinsip penting sejak awal, yaitu tidak semua riset layak dikerjakan meskipun terlihat menjanjikan. Tulisan ini adalah catatan jujur tentang riset-riset yang kami tolak beserta alasan di balik keputusan tersebut.

Riset yang Tertolak
Kenapa Riset Tertolak?

Riset Ditolak karena Tidak Semua Tawaran adalah Kesempatan

Seiring waktu, Transdisiplin mulai menerima berbagai bentuk ajakan: riset dengan tenggat sangat singkat, proyek dengan tujuan yang sudah “dikunci” sejak awal, studi yang lebih mementingkan laporan daripada realitas, permintaan data tanpa kejelasan manfaat bagi masyarakat.

Secara administratif, di atas kertas semuanya tampak rapi karena memiliki TOR, output, dan honorarium yang jelas. Namun, ketika kami menelaah lebih dalam, berbagai pertanyaan kritis mulai muncul:

  • Untuk siapa riset ini sebenarnya?
  • Siapa yang akan diuntungkan?
  • Apakah masyarakat hanya menjadi objek pengumpulan data?
  • Apakah hasilnya akan kembali ke mereka, atau berhenti di meja pengambil keputusan?

Di titik itulah kami mulai berani mengatakan: tolak.

Ketika Masalah Bukan Dipahami, tetapi Sudah Ditentukan, Kami akan Tolak Risetnya

Salah satu alasan paling sering kami menolak riset adalah ketika masalah sudah didefinisikan terlalu sempit sejak awal. Masalah sosial sering datang dalam bentuk yang kusut, berlapis, dan penuh konteks. Namun tidak sedikit proyek riset yang sejak awal sudah mengarahkan kesimpulan: datanya dicari untuk membenarkan kebijakan, responden diposisikan sekadar angka, variabel dipilih agar hasilnya “aman”.

Bagi kami, ini bukan riset. Ini hanya pembenaran yang dibungkus metodologi. Transdisiplin percaya bahwa riset seharusnya membantu memahami masalah, bukan menutupinya dengan angka.

Baca Juga: Riset Transdisciplinary Institute Terpilih dalam 20 Paper Top Mengkaji Kebijakan Haji Indonesia

Data Tanpa Etika? Jelas Kami Tolak Risetnya!

Ada pula riset yang secara teknis terlihat baik, tetapi bermasalah secara etis. Misalnya: data diambil dari komunitas rentan tanpa umpan balik, responden tidak tahu untuk apa datanya digunakan, atau hasil riset tidak pernah dikembalikan ke lapangan.

Kami pernah berdiskusi panjang tentang ini, dan sampai pada kesimpulan sederhana:

Jika data diambil dari masyarakat, maka masyarakat berhak tahu dan mendapat manfaat.

Ketika prinsip ini tidak bisa dijamin, kami memilih tidak terlibat.

Menolak Riset Itu Tidak Mudah

Keputusan menolak riset tidak pernah ringan. Terutama bagi lembaga yang sedang tumbuh, yang masih mencari stabilitas, dan yang hidup dari kepercayaan. Ada rasa khawatir:

  • Dianggap idealis berlebihan
  • Hilang jejaring
  • Hilang peluang finansial

Namun kami belajar bahwa integritas tidak dibangun dari semua yang diterima, tetapi dari batas yang dijaga.

Transdisiplin Bukan Tentang Banyak Proyek Riset, tapi Arah

Kami tidak membangun Transdisiplin untuk mengumpulkan daftar proyek panjang. Kami membangunnya untuk menjaga arah. Arah bahwa:

  • Riset harus berpihak pada pemahaman, bukan sekadar output.
  • Metode harus mengikuti masalah, bukan sebaliknya.
  • Masyarakat bukan objek, melainkan mitra berpikir.

Menolak beberapa riset adalah bagian dari menjaga arah itu.

Penutup: Keberanian untuk Tidak Selalu Ya

Di dunia riset, mengatakan “ya” sering dianggap profesional. Namun kami percaya, dalam kondisi tertentu, mengatakan “tidak” justru lebih bertanggung jawab. Transdisiplin akan terus bekerja. Terus meneliti. Terus berdialog lintas disiplin. Namun kami juga akan terus belajar untuk berhenti, bertanya, dan menolak ketika riset berpotensi ikut mengaburkan realitas.

Karena bagi kami, riset yang baik bukan hanya yang bisa dipublikasikan, tetapi yang berani kembali ke kehidupan nyata.

Baca Juga: Transdisciplinary Institute Presentasikan Riset Haji di Forum Internasional, Terima Masukan Kritis dari Pakar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top