Terobosan Riset: Transdisciplinary Institute Hadir di Kemenkeu, Paparkan Evaluasi Kausal Dampak Program MBG Berbasis Pesantren

Jakarta, 31 Oktober 2025 – Transdisciplinary Institute (TD  Institute), melalui Sekolah Stata, diundang secara resmi oleh Sekretariat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Kementerian Keuangan RI untuk menjadi narasumber utama dalam Sharing Session strategis. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Integritas Lantai 18, Gedung Soetikno Slamet (DJA), Komplek Kementerian Keuangan. Acara ini secara spesifik mengangkat tema: “Pendekatan Quasi Eksperimental untuk Penguatan Kebijakan Publik: Evaluasi Dampak Program MBG Berbasis Ekosistem Pesantren”.

KNEKS

Metodologi Inovatif: Nightlight dan Propensity Score Matching

Dalam presentasinya, tim TD  Institute menyajikan kerangka pengukuran dampak kebijakan (impact assessment framework) yang komprehensif. Fokus utama TD  Institute adalah mengisolasi dampak kausal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pesantren terhadap aktivitas ekonomi lokal. Metode Kausal: TD  Institute menggunakan metode Propensity Score Matching (PSM). Metode ini secara statistik menyamakan desa penerima program (desa dengan pesantren dan dapur SPPG aktif) dengan desa non-penerima yang memiliki karakteristik serupa (diambil dari data PODES 2024 pra-perlakuan). Outcome Nontradisional: Untuk mengatasi tantangan kurangnya data output ekonomi yang terperinci di tingkat desa, TD  Institute menggunakan intensitas cahaya malam (Nightlight Intensity) dari citra satelit VIIRS Q3 2025 sebagai proksi kuat untuk aktivitas ekonomi lokal.

Temuan Awal: MBG Pesantren Menciptakan Pengganda Ekonomi Lokal

Hasil awal yang dipaparkan oleh TI menunjukkan indikasi positif:

  • Dampak Treatment: Pelaksanaan MBG secara umum memicu persentase peningkatan aktivitas ekonomi lokal sebesar +0,20% (berdasarkan log intensitas nightlight).
  • Dampak Pesantren: Treatment pada desa yang memiliki pesantren dan SPPG menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi lokal sebesar +0,15%.

Interpretasi: Peningkatan intensitas cahaya malam mencerminkan adanya efek pengganda ekonomi lokal. Hal ini mengindikasikan bahwa Program MBG berbasis pesantren menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal dan dapat dianggap sebagai kebijakan pembangunan desa yang produktif, bukan sekadar intervensi gizi.

Implikasi dan Tindak Lanjut KNEKS

KNEKS menyelenggarakan sharing session ini dalam rangka menindaklanjuti kajian mereka sendiri tentang “Optimalisasi Program MBG Berbasis Ekosistem Pesantren”. Pesantren dinilai memiliki potensi besar sebagai katalisator karena berada di perdesaan dan dapat menggerakkan ekonomi sirkular desa serta menerapkan sertifikasi halal.

Rekomendasi kebijakan dari TD  Institute menekankan bahwa pembuat kebijakan perlu:

  • Mempertimbangkan MBG pesantren sebagai kebijakan pembangunan desa.
  • Mengintegrasikan model pembiayaan syariah untuk mendukung keberlanjutan program.
  • Menggunakan indikator nontradisional seperti nightlights untuk menangkap efektivitas ekonomi dalam evaluasi.

Baca Juga : Survei Berhadiah Gopay Rp. 3 Juta dari Transdisciplinary (TD) Institute

KNEKS berharap model pengukuran dampak ini dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti di bidang ekonomi syariah. KNEKS berkomitmen untuk melanjutkan FGD Kaji Dampak ini hingga bulan November 2025 dengan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait, lembaga keuangan syariah, dan berbagai Pondok Pesantren.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top