Depok, 29 Oktober 2025 – Transdisciplinary Institute (TD Institute) melalui tim peneliti yang terdiri dari Teguh Dartanto, Nurkholis, Goldy F., Irsyad Hawari, dan M. Yuka Anugrah menyampaikan laporan perkembangan (update report) atas riset strategis berjudul Dampak Ekonomi Penyelenggaraan Program Jamsosnaker terhadap Kesejahteraan dalam Penanggulangan Kemiskinan.

Riset ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif efektivitas program Jamsostek—yang kini diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan—sebagai instrumen perlindungan sosial bagi pekerja. Program ini dirancang untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko sosial-ekonomi, termasuk melalui manfaat perlindungan pendapatan dan beasiswa pendidikan bagi anak peserta.
Dampak Makroekonomi: Output dan Nilai Tambah
Analisis dampak makroekonomi dilakukan menggunakan Tabel Input–Output Indonesia Tahun 2016 yang diagregasi ke dalam 17 lapangan usaha. Pendekatan ini digunakan untuk mengukur dampak ekonomi dari pengeluaran operasional BPJS Ketenagakerjaan serta pembayaran manfaat jaminan selama periode 2020–2024.
Hasil analisis riset BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa aktivitas BPJS Ketenagakerjaan memberikan dampak ekonomi yang signifikan secara agregat.
Pada tahun 2024, total stimulus yang dihasilkan dari program dan operasional BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp62,8 triliun. Stimulus tersebut menghasilkan:
-
Total output sebesar Rp103,1 triliun,
-
Peningkatan nilai tambah/PDB sebesar Rp56,2 triliun, serta
-
Penyerapan tenaga kerja sekitar 569.782 orang.
Temuan ini mengindikasikan peran penting BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dalam perlindungan sosial, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi nasional.
Dampak Kesejahteraan Jangka Panjang: Analisis Ekonometrika
Selain analisis makroekonomi, riset BPJS Ketenagakerjaan ini menggunakan pendekatan ekonometrika untuk mengkaji dampak jangka panjang program Jamsostek terhadap kesejahteraan di tingkat kabupaten/kota. Model empiris mengaitkan klaim Jamsostek dengan sejumlah indikator pembangunan, antara lain:
-
Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
-
Angka Harapan Hidup,
-
Rata-rata Lama Sekolah, dan
-
Persentase Penduduk Miskin (P0).
Hasil awal riset BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan beberapa temuan penting:
-
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Secara keseluruhan, program Jamsostek memiliki dampak positif jangka panjang terhadap IPM. Efek positif ini terutama signifikan pada Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT), khususnya bagi kelompok penerima upah. -
Angka Harapan Hidup
Program Jamsostek menunjukkan dampak positif terhadap Angka Harapan Hidup, yang terutama didorong oleh peran Jaminan Kematian (JKM). -
Kemiskinan (P0)
Analisis awal mengindikasikan bahwa secara agregat, program Jamsostek memiliki kecenderungan menurunkan persentase penduduk miskin. Meskipun tingkat signifikansi masih perlu pendalaman lebih lanjut, temuan ini menunjukkan potensi kontribusi program dalam upaya penanggulangan kemiskinan.