Transdisciplinary Institute Presentasikan Riset Haji di Forum Internasional, Terima Masukan Kritis dari Pakar

Depok, 3 Oktober 2025 – Transdisciplinary Institute (TD), bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), mempresentasikan riset strategis mereka di forum konferensi internasional. Paper yang dipresentasikan berjudul “Assessing Hajj Policy Quality in Indonesia: A Principle Component Analysis and Unobserved Component Model Approach to Measuring Welfare Impact” menyoroti dampak kebijakan haji terhadap kesejahteraan jemaah.

Presentasi ini menarik perhatian dari berbagai akademisi dan pakar keuangan Islam. Dalam sesi diskusi, TI menerima masukan kritis yang sangat berharga untuk memperkuat hasil riset ke depan.

Transdisciplinary Institute Presentasikan Riset Haji di Forum Internasional, Terima Masukan Kritis dari Pakar
Transdisciplinary Institute Presentasikan Riset Haji di Forum Internasional, Terima Masukan Kritis dari Pakar

Masukan dari Para Pakar

Dr. Ronald Rolindo, Ph.D. menyoroti pentingnya penguatan kerangka teori agar indikator yang digunakan dalam riset memiliki fondasi konseptual yang kuat.

Prof. Mohammad Nur Rianto Al Arif, Ph.D. mengungkapkan kebutuhan untuk memisahkan secara jelas antara dimensi kebijakan dan keuangan dalam indeks yang dikembangkan, mengingat fokus kebijakan haji yang lebih condong ke aspek keuangan.

Sorotan Utama Riset TD

Riset TD mengangkat isu penting terkait masa tunggu panjang dalam penyelenggaraan haji yang menyebabkan ketidakpastian spiritual dan finansial bagi calon jemaah. Paper tersebut mengkaji hubungan sebab akibat antara keterlambatan administrasi dan penurunan kondisi fisik serta usia jemaah, sehingga mimpi berhaji acap tertunda atau tidak terealisasi.

Data awal memperlihatkan 45 jemaah tidak dapat berangkat per 2024 dan 334 jemaah menggunakan Haji Proxy pada 2023 dikarenakan sakit atau meninggal dunia.

Baca Juga : Keberhasilan Riset Direktur Eksekutif Sekolah Stata di Konferensi Global BWI 2025

Transdisciplinary Institute menyambut setiap masukan dari akademisi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan metodologi dan kualitas riset. Kolaborasi ini menunjukan komitmen kuat TI dalam menyajikan penelitian berbasis bukti yang bermakna untuk pembuat kebijakan, khususnya BPJS Ketenagakerjaan dan pihak terkait.

Scroll to Top