Depok, 24 April 2023 – Transdisciplinary Institute (TD Institute), melalui tim penelitinya, mempublikasikan analisis mendalam mengenai fenomena smoking relapse (kekambuhan merokok) pada anak-anak. Insiden ini, yang sering luput dari perhatian, menjadi ancaman serius dalam upaya menekan angka perokok anak di Indonesia. Dalam artikel yang dirilis di portal berita TrenAsia, tim TI menyoroti berbagai faktor pemicu kekambuhan, seperti paparan iklan, pengaruh lingkungan sosial, dan konten media digital.
“Seringkali kita hanya fokus pada upaya berhenti merokok, namun jarang memperhatikan faktor-faktor yang membuat mereka kembali merokok,” ujar salah satu peneliti TI. Menurut hasil analisis, paparan di media sosial dan lingkungan pergaulan menjadi pemicu signifikan. Anak-anak yang mencoba berhenti merokok sangat rentan kembali ke kebiasaan lama saat melihat teman sebaya mereka merokok atau terpapar konten yang mengasosiasikan rokok dengan citra positif.
Transdisciplinary Institute menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan penyedia platform digital untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. “Ini bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah sosial yang membutuhkan solusi lintas disiplin,” tambah peneliti.
Baca Juga : Nurfala Safitri, Peneliti Adjunct di Transdisiplin, Paparkan Riset Ekonomi Syariah di AICIS 2022
Dengan mempublikasikan temuan ini, Transdisciplinary Institute berharap dapat meningkatkan kesadaran publik dan mendorong diskusi lebih lanjut mengenai perlunya intervensi kebijakan yang lebih komprehensif. Upaya pencegahan tidak bisa berhenti pada edukasi bahaya merokok, tetapi juga harus mencakup strategi untuk melindungi anak-anak dari faktor pemicu kekambuhan.