Pre-BSM Workshop INAHEA BSM 2026
Dalam peran kami sebagai humas Transdisciplinary Institute, kami menempatkan workshop ini sebagai forum yang penting untuk mempertemukan riset, analisis data, dan konsultasi kebijakan. Agenda Using BPJS Kesehatan Data Sample for Health Research & Policy dirancang bagi peneliti dan praktisi yang ingin mengolah data kesehatan bukan hanya sebagai bahan pelaporan, tetapi sebagai dasar argumentasi ilmiah dan rekomendasi kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di ranah riset dan konsultansi, kualitas data adalah titik awal. Namun yang lebih menentukan adalah bagaimana data dibaca, dibersihkan, diinterpretasikan, dan diterjemahkan menjadi insight yang berguna untuk pengambil keputusan. Itulah alasan workshop ini penting: ia mempertemukan sumber data besar, pendekatan metodologis, dan kebutuhan nyata dalam dunia kesehatan masyarakat Indonesia.
Nilai Strategis Data BPJS Kesehatan
Data BPJS Kesehatan memiliki potensi besar dalam studi ekonomi kesehatan, evaluasi pembiayaan, pemetaan pemanfaatan layanan, hingga analisis kebijakan publik. Bagi lembaga riset, universitas, maupun konsultan kebijakan, data semacam ini sangat bernilai karena merekam dinamika sistem kesehatan secara lebih dekat dengan realitas. Di forum ini, peserta diajak melihat bagaimana data sampel BPJS dapat digunakan untuk memperkuat riset yang solid dan konsultasi kebijakan yang tajam.
Untuk peserta yang bekerja di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, dan berbagai wilayah lain di Indonesia, workshop ini membuka peluang untuk berdiskusi langsung tentang praktik terbaik dalam membaca data kesehatan. Pendekatan ini cocok bagi mereka yang ingin menyusun kajian yang lebih kuat, menyiapkan policy brief, atau mendukung layanan konsultansi berbasis bukti.
Fokus Pembelajaran
Workshop ini tidak hanya membahas teori data kesehatan, melainkan juga menempatkan peserta pada alur berpikir yang lazim dipakai dalam riset terapan dan konsultansi kebijakan. Peserta akan melihat bagaimana sebuah data besar bisa diubah menjadi narasi akademik yang rapi, lalu menjadi rekomendasi yang bisa dipakai oleh lembaga, dinas, atau pembuat kebijakan.
- Pengenalan big data BPJS Kesehatan dalam konteks riset
- Struktur data sampel BPJS Kesehatan dan jenis data klaim
- Teknik analisis data kesehatan secara hands-on
- Studi kasus berbasis data Indonesia
- Pemanfaatan data untuk kebijakan kesehatan
- Publikasi dan evidence-based health policy
Dari perspektif konsultansi, kemampuan membaca struktur data sangat penting. Konsultan yang memahami data akan lebih mudah menyusun diagnosis masalah, menguji hipotesis, dan merumuskan opsi kebijakan yang realistis. Karena itu, workshop ini kami posisikan sebagai ruang peningkatan kapasitas yang serius untuk ekosistem riset dan advisory di bidang kesehatan.
Kegunaan untuk Riset dan Konsultansi Kebijakan
Bagi tim riset, workshop ini memberi bekal metodologis untuk memperkuat proposal, membangun kerangka analisis, dan memperdalam interpretasi temuan. Bagi konsultan, isi workshop membantu menyusun argumen yang lebih kuat ketika memberikan rekomendasi kepada institusi, pemerintah daerah, atau organisasi yang membutuhkan masukan strategis di bidang kesehatan. Data yang besar tidak otomatis menghasilkan insight, sehingga peserta perlu memahami bagaimana memilih variabel, membaca pola, dan menghubungkan temuan dengan isu kebijakan yang tepat.
Dalam praktik konsultansi, satu laporan yang baik tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga mengajak pembaca memahami makna di balik angka tersebut. Workshop ini membantu peserta melihat bagaimana data sampel BPJS Kesehatan bisa menjadi bahan untuk memetakan masalah, menemukan gap, dan mengusulkan solusi yang lebih kontekstual. Dengan demikian, hasil pembelajaran bukan cuma berguna untuk keperluan akademik, tetapi juga untuk pekerjaan advisory yang menuntut ketelitian, objektivitas, dan relevansi kebijakan.
Selain itu, pendekatan evidence-based sangat penting dalam dunia kesehatan karena keputusan yang diambil sering berdampak luas pada masyarakat. Saat peserta memahami sumber data, metode analisis, dan batasan interpretasi, mereka akan lebih siap berkontribusi dalam diskusi kebijakan yang bermutu. Inilah yang ingin kami dorong melalui workshop ini: membangun kapasitas analitis yang dapat menjembatani dunia akademik dan dunia kebijakan.
Narasumber
Workshop ini menghadirkan narasumber dengan latar akademik dan pengalaman praktis yang kuat.
- Dr. Teguh Dartanto, Ph.D. (Universitas Indonesia)
- Irsyad Hawarise, M.A.
- Muhammad Abdul Rohman, S.E., M.S.E.
- Idhar Elna
Susunan narasumber ini memberi peserta kesempatan untuk melihat data kesehatan dari berbagai sisi: kerangka ekonomi, pemahaman praktis, pengalaman implementatif, dan konteks kerja kolaboratif. Dalam tradisi riset dan konsultansi, keberagaman perspektif seperti ini sangat membantu untuk memperkaya analisis dan memperkuat rekomendasi.
Detail Acara
- Hari/Tanggal: Kamis, 23 Juli 2026
- Waktu: 08.30 – 16.00 WIB
- Lokasi: Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
Pemilihan lokasi di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman bukan hanya soal tempat, tetapi juga konteks. Purwokerto memiliki ekosistem akademik yang relevan untuk membahas kesehatan masyarakat, sementara agenda workshop ini membawa perspektif nasional dengan fokus pada penggunaan data BPJS Kesehatan. Kombinasi ini membuat acara punya nilai lokal sekaligus nasional.
Output yang Diharapkan
Workshop ini diharapkan menghasilkan peningkatan kapasitas yang dapat dipakai untuk riset lanjutan, penyusunan policy brief, serta pengembangan rekomendasi kebijakan yang lebih presisi. Untuk peserta yang bekerja di lembaga riset atau layanan konsultansi, manfaatnya terletak pada kemampuan membaca data secara lebih cermat dan menyusun cerita analitis yang lebih kuat. Dari sudut pandang Transdisciplinary Institute, ini adalah jenis forum yang menghubungkan pengetahuan, metodologi, dan kebutuhan strategis.
Kami memandang pelatihan seperti ini sebagai investasi pengetahuan. Ketika peserta makin paham cara menggunakan data kesehatan, kualitas diskusi publik juga meningkat. Riset menjadi lebih kuat, konsultasi menjadi lebih tajam, dan kebijakan punya dasar yang lebih baik. Inilah alasan kami memberi ruang besar pada workshop yang menempatkan data sebagai pusat kerja ilmiah.
- E-certificate
- Modul workshop
- Seminar kit
- Lunch & coffee break
- Akses data BPJS & hands-on praktik langsung
Biaya Investasi
- Workshop only: Rp750.000
- Bundle (Workshop + Conference): Rp1.500.000
Pilihan biaya ini memberi fleksibilitas bagi peserta dengan kebutuhan yang berbeda. Mereka yang fokus pada workshop dapat memilih paket utama, sedangkan peserta yang ingin memperluas jejaring dan paparan akademik dapat mengambil bundle.
Ketentuan Peserta
- Workshop dibuka apabila minimal 20 peserta terpenuhi
- Peserta diharapkan datang tepat waktu untuk menjaga kelancaran sesi
- Workshop ini cocok untuk kebutuhan riset, advis kebijakan, dan penguatan kapasitas analitik
Minimum peserta 20 orang memastikan diskusi berjalan dinamis dan sesi hands-on tetap efektif. Ini penting bagi workshop yang ingin menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar formalitas acara.
Daftar Sekarang
Registrasi melalui: https://bsminahea2026.org/
Kontak: 0858-9623-9634 (Khaidar Ali, S.KM., MPH)
FAQ
1) Apakah workshop ini cocok untuk peneliti kebijakan?
Sangat cocok, karena materi menitikberatkan pada data, analisis, dan penerjemahan hasil ke dalam kebijakan.
2) Apakah bisa dipakai untuk penguatan layanan konsultansi?
Bisa. Workshop ini relevan untuk konsultan yang bekerja di bidang kesehatan dan policy advisory.
3) Apakah ada hands-on analysis?
Ada. Sesi praktik menjadi bagian inti dari kegiatan.
4) Apakah peserta mendapat sertifikat?
Ya, tersedia E-certificate untuk peserta.
5) Mengapa topik BPJS Kesehatan relevan untuk konsultansi?
Karena data BPJS memuat insight penting tentang layanan, pemanfaatan, dan pola pembiayaan yang sering dibutuhkan dalam kajian dan advis kebijakan.